Mencari Hidayah di Bulan Ramadhan

Selamat beraktivitas para sahabat blogger sekalian…

Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Bulan yang penuh dengan kebaikan dan ampunan dari Allah SWT. Bulan ini adalah bulan yang paling baik dari sebelas bulan lainnya. Para sahabat pasti seringkali mendengar kalimat di atas, baik di televisi, radio, pengajian umum ataupun dari kultum yang ada di masjid atau surau di sekitar rumah kita.
Beberapa hari kemaren saya ngopi dengan teman saya di daerah Jalan Jawa di kabupaten Jember. Saya dan teman saya awalnya hanya ngobrol iseng iseng saja. Mulai dari kegiatan perkuliahan, hobi kita masing masing, bahkan sampai dimana biasanya kita mencari takjil gratis, hehe. Maklumlah, mahasiswa mana yang nggak mau takjilan gratis 😀
Mencari Hidayah di Bulan Ramadhan

Sampai akhirnya, yang kita obrolkan menjadi makin serius, yaitu percaya atau nggak sih dengan adanya hidayah. Awalnya memang kita hanya membahas kulitnya saja, kita mengupas satu per satu, baik dari segi artinya, maknanya maupun pandangan orang selama ini tentang hidayah.
Ini nih pendapat teman saya,

Menurutku hidayah itu memang ada boll, sepengetahuanku dulu hidayah adalah suatu anugerah dari Tuhan dimana kita bisa memahami perbuatan buruk yang pernah kita lakukan dan kita telah menemukan jalan yang baik. Tapi, aku juga bingung kenapa hidayah itu datang hanya untuk orang orang yang terjerumus/tersesat dalam hidupnya. Kebanyakan sih orang mikirnya kayak gitu

Dengan paparan itu pun dalam hati saya terbersit sesuatu yang aneh pada diri saya. Kalo melihat pendapat teman saya yang seperti itu, saya rasa hidayah adalah sebuah hadiah dari Allah SWT. Mengapa begitu, karena apabila kita melihat konteks kenyataan yang sekarang, banyak orang yang mendapatkan hidayah tanpa disengaja. Maksudnya adalah bahwa memang tidak ada kegiatan nyata yang mencerminkan bahwa orang tersebut memang benar benar ingin mendapatkan hidayah dari Allah SWT (pendapat saya begitu :D)

Dengan tanggapan saya yang panjang lebar, akhirnya teman saya bisa jugamemahami apa yang saya maksudkan. Pada awalnya dia hanya berpendapat bahwa adanya hidayah dari Allah SWT itu secara tidak sengaja dan kebanyakan hanya untuk orang orang yang pernah terjerumus ke dunia hitam. Tetapi akhirnya  kita berdua bersepakat bahwa hidayah itu juga bisa didapatkan dari usaha kita dalam memaknai kehidupan duniawi kita.
Hidayah umumnya terjadi di luar pemikiran kita. Seseorang yang mendapatkan hidayah itu memang karena kehendak Allah SWT, namun adanya hidayah itu bukan semata mata hadiah dari Allah SWT. Itu merupakan sebuah amanah bagi kita karena dengan hidayah itu berarti derajat kita di mata Allah SWT sudah dinaikkan. Sehingga tanggungjawab kita pun akan menjadi semakin besar.
Mumpung masih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita bersama mencari hidayah dari Allah SWT. Bukan karena kita ingin mendapat hadiah yang berupa “hidayah”, tapi semata mata karena kita ingin meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kita di mata Allah SWT.