Belajar Legowo Yuuk

Selamat beraktivitas para blogger sekalian,
Hari jumat memang hari yang identik dengan hari yang nyaman dan bersantai. Kerja setengah hari, sekolah pulang lebih awal, dan yang pasti dekat dengan weekend alias hari untuk libur dan beristirahat.

Apabila melihat gambar sawah di atas, kira kira apa yang akan Anda katakan setelah melihat gambar itu?

Sebagian dari Anda pasti ada yang menyatakan hal sebagai berikut:
1. Wah, luas banget ya sawahnya
2. Wah, hijau banget ya padinya
3. Lho, sawahnya kok miring ya
4. Lho, kok ada teraseringnya, ini di pegunungan atau dimana
5. dan banyak lagi pendapat lainnya
Pernyataan di atas adalah sedikit ilustrasi tentang bagaimana cara kita memandang dan menilai sesuatu. Dengan satu objek saja banyak sekali omongan ataupun pendapat tentang objek tersebut. Dan hal tersebut masih dilihat dari satu sisi saja, yaitu sisi bentuk dan dskripsi gambar sawah tersebut.
Okeh deh, langsung aja ke tema postingan ^^
Kira kira Anda sudah mengenal kata legowo atau belum. Kalau belum, yang dimaksud dengan legowo adalah menerima dengan senang hati, menerima dengan sabar dan juga lapang dada (jangan ngeres ya, ^^)
Dalam kehidupan pasti ada susah senangnya. Sebagai seorang pribadi yang ingin selalu berkembang. Kita pasti selalu ingin mendapatkan omongan yang baik baik dari orang lain. Tetapi, dalam kenyataannya pasti ada beberapa orang yang memandang kita sebelah mata, digosipin ngalor ngidul dan akhirnya harus diam saja dan menerima ucapan orang tersebut.
Apabila kita analogikan dalam gambar sawah tadi, pasti banyak pendapat tentang sawah itu, ada yang baik dan ada juga yang buruk. Hal yang sama juga ada ketika orang lain menilai kita. Meskipun kita sudah bersikap baik, masih saja banyak yang berkomentar (maklum, lagi demen facebook, jadi komen terus).
Terus, kenapa harus belajar legowo?
Sebenarnya saya juga nggak tahu, karena yang tahu alasannya itu mbah saya yang mengajari saya di waktu saya masih kecil. Mendiang mbah saya hanya memberikan sedikit resep yang berbau rumus pada kata legowo. Mbah saya bilang bahwa legowo itu lego ing nyowo. Jadi kalo tidak salah rumusnya kayak yang di bawah ini

Jadi dalam beberapa kesempatan kita memang harus legowo terhadap apa saja yang menerima kita. Tapi bukan berarti kalo kita miskin, bodoh dan sakit harus legowo menerima hal itu. Kalo masalah itu ya kudu berusaha dong jadi lebih baik.

Semoga postingan ini bermanfaat bagi para blogger yang lagi galau di akhir pekan ini.

Yu Painten Ketatap Cendelo
Cekap Semanten Postingan Kawulo

Terima kasih
Salam unyu dari saya ^^

Incoming search terms:

  • belajar legowo