Cowok Pemakai Lulur

Selamat pagi kawan blogger
Di pagi yang cerah ini, suasana Jember lagi dingin banget. Sampai sampai saya malas untuk memulai mandi lebih pagi seperti biasanya. Saya hanya mampu melakukan wudhu sebentar kemudian menghadap ke kiblat untuk menjalankan ritual sehari hari di waktu pagi.

Saya tidak tahu, mengapa akhir akhir ini kondisi pada waktu pagi memang dingin sekali. Padahal apa yang terjadi pada siang hari sungguh berkebalikan. Panasnya pol polan, sampai sampai setia siang hari saya sering menghabiskan uang saya hanya untuk menikmati beberapa jenis es daripada untuk makan nasi.

Ketika saya membaca sedikit dan membuka di mbah gugel. Sepertinya kondisi dingin ini dipicu oleh adanya masa kemarau yang panjang. Dimana dalam musim kemarau fluktuasi atau perbedaan suhu siang dan pagi (malam aslinya) bedanya lumayan jauh. Jadi waktu siang panas bukan main dan waktu pagi gantian yang dingin yang merajalela.
Berbicara tentang suhu pagi ini, hal ini mengingatkan saya tentang ritual saya waktu mandi. Setiap kali mandi saya sering diolok olok sama temen temen se kontrakan karena mereka tahu saya menggunakan salah satu produk mandi yang sering dipakai oleh wanita yang memiliki nama samaran “Lulur Mandi”.
Kata teman teman, cukup aneh bagi seorang cowok ketika menggunakan lulur mandi, padahal kadang kadang para cewek pun jarang menggunakannya. Tapi saya nggak habis pikr, lhawong lulur juga saya beli beli sendiri nggak pake uang kamu, nggak nyuri di toko kamu, suka suka saya dong, hehe
Saya sebagai pemakai lulur mandi pun awalnya memang bukan dari keinginan saya sendiri. Itu bermula dari usulan calon ibunya anak anak nanti (alias kekasih) ketika saya pulang dari naik gunung dengan kondisi hitam legam alias kumus kumus. Dia kaget banget saat elihat saya yang berubah 180 derajat. Dulu memiliki kulit yang lembut dan coklat terang seperti artis ngetop di Korea, sekarang memiliki kulit yang kasar dan coklat gelap seperti pemain sepakbola dari Afrika.
Saya sempat marah dibilang begitu, tapi kalo saya amati memang benar. Saya membandingkan foto saya sebelum dan sesudah naik gunung. Amazing bange, setelah 3 hari nggak nemu perumahan di gunung, kulit saya jadi coklat langsat. Akhirnya saya mencoba menggunakan lulur mandi sebagai penghalus dan penerang kulit saya. Biar nggak gelap gelap amat, hehe
Setelah itu saya memakai lulur setiap hari. Lumayan lah efeknya sampai sekarang, kulit saya halus dan juga nggak tumbuh panu, kadal, klarap, atau sejenisnya. Dan saya pikir hasilnya cukup memuaskan.
Mungkin itu sedikit cuplikan pengalaman saya bersama lulur mandi. Saya hanya ingin bertanya tentang pendapat para kawan blogger, apa ada masalah ya ketika cowok pake lulur. Menurut Anda, hal ini nggilani alias menjijikkan atau sah sah saja.

Incoming search terms:

  • lulur cowok