Me vs Me

Huahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……
Kenapa untuk menjadi lebih baik itu memerlukan waktu yang lama?
Kenapa untuk menjadi lebih hebat itu selalu memerlukan proses?
Dan kenapa dalam setiap proses terdapat cobaan yang bertubi tubi?

Dan apakah saya harus MATI untuk mengakhiri cobaan tersebut???

Mungkin ilustrasi di atas adalah sebuah ilustrasi yang dapat mendeskripsikan bagaimana kondisi seseorang ketika berada dalam keputusasaan dan kejenuhan tingkat tinggi. Hampir semua dari kita pasti pernah mengalami hal tersebut. Dan juga tidak jarang kita kalah dalam pertarungan tersebut.

Mengapa saya mengibaratkan hal tersebut sebagai PERTARUNGAN?

Alasannya sudah jelas, yaitu apabila kita kalah, kita pasti akan mati. Dengan kata lain apabila kita lebih memilih putus asa dan memilih berada dalam keterpurukan, kita pasti akan membunuh nasib kita sendiri.
Mengapa bisa membunuh nasib sendiri?
Setiap keputusasaan pasti akan meluluhkan motivasi dan semangat bagi kita untuk tetap menjalani hidup. Tidak jarang hanya karena masalah yang tidak terlalu besar, seseorang dapat dengan mudah mengakhiri hidup dan nasibnya tanpa berpikir panjang.
Di bawah ini adalah fakta mengenai beberapa kasus bunuh diri yang ada di dunia.

1. Satu juta orang di dunia per tahun melakukan bunuh diri. Artinya satu kematian setiap 40 detik. Kasus bunuh diri meningkat sebanyak 60% di 45 tahun terakhir.

2. Bunuh diri adalah penyebab kematian kesebelas terbanyak di Amerika sekaligus penyebab kematian kedua untuk orang berumur 25-34 tahun. Ada 91 kasus bunuh diri setiap hari. Berarti satu kasus setiap 16 menit.

3. Jepang adalah salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Pada 2009, lebih dari 30.000 orang bunuh diri. Alasan untuk bunuh diri di Jepang antara lain karena pengangguran, tekanan sosial dan depresi. 70% dari pelaku bunuh diri adalah pria. Bunuh diri adalah penyebab kematian pertama untuk umur dibawah 30 tahun. Lompat di depan kereta menjadi cara populer untuk bunuh diri di Jepang. Biaya kerusakan dan kecelakaan kereta ditanggung keluarga korban. Hotline bunuh diri di jepang mulai menerima lebih dari 1.300 laporan per minggu.

4. Diperkirakan dari 12 hingga 25 usaha kasus bunuh diri, hanya satu yang berhasil. Di Amerika, 33.000 orang bunuh diri setiap tahun, artinya ada 825.000 orang yang mencobanya.

5. Bunuh diri adalah penyebab kematian terbanyak ketujuh untuk pria, dan keenambelas untuk wanita. Tiga dari empat kasus bunuh diri dilakukan pria. Tiga dari kasus bunuh diri karena racun adalah wanita.

6. Dalam skala per 100.000, tingkat bunuh diri orang Amerika asli adalah 15,1; orang kulit putih 13,9; orang kulit hitam 5 dan orang spanyol 4,9.

7. Lebih dari 90% orang yang melakukan bunuh diri menderita kelainan mental atau pengguna narkoba. Sepertiga dari pelaku bunuh diri mengkonsumsi alkohol. Tidak benar kalau bunuh diri lebih banyak terjadi saat liburan. Faktanya, tingkat bunuh diri terendah adalah saat bulan Desember.
 sumber :  surabaya post
Dari beberapa fakta di atas, saya pikir ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai tindakan preventif. Hal ini tentu saja akan berhubungan dengan kewajiban orang tua, guru, keluarga ataupun teman untuk memberi motivasi kepada seorang anak apabila mendapat depresi. 
Selain support dari orang lain, kita sendiri pun harus tetap bisa mensupport diri kita sendiri dikala sedang galau. Jadi ketika sedang bermasalah, jangan dengan segera melakukan salah satu tindakan bodoh di atas yang akhirnya bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk.
Mungkin dengan catatan ini saya hanya bisa berharap agar kita bisa bersama sama mengenali diri kita sendiri. Mengenal semua yang baik dan buruk, mengenal kekuatan diri dan juga mengetahui batas batas akal dan pikiran kita untuk tetap berpikir positif dan juga tetap berjalan di jalur yang benar.

Selalu semangat dan semangat
Karena dalam setiap masalah akan ada satu langkah kecil menuju solusi seperti apa yang dikatakan oleh mbak Idah Ceris.