Sahabat Satu Sampai Mati di Pulau Komodo

Selamat malam dan selamat beraktivitas untuk sahabat blogger dimanapun Anda berada, semoga malam ini menjadi malam yang indah dengan bintang bintangnya yang ada di langit.
Pada postingan kali ini, saya ingin melakukan curhat alias curahan hati tentang apa yang baru saya lihat pada foto yang dititipkan oleh sahabat saya yang sekarang sudah hilang entah dimana. Sahabat saya tersebut adalah sosok yang hebat. Dia bercita cita ingin menelusuri setiap bagian dari wilayah nusantara tanpa menggunakan sponsor, melainkan menggunakan keringatnya dan otaknya untuk berpikir serta bekerja dimana dia berada.
Dia adalah Muhammad Yusuf Robby Frandono, sosok yang pernah digambarkan oleh mas Lozz Essip dalam catatannya yang berjudul Apa Harus Nanya Fran dan juga dijadikan Salah Satu Orang Yang Menginspirasi mas Bro Acacicu. Dia memang sosok yang sederhana dalam kehidupannya yang tidak sederhana. Mas Fran, begitulah saya memanggilnya, orang yang selalu berpikir keras dan juga memikirkan hal yang tidak pernah saya pikirkan.
Dalam petualangannya menelesuri Indonesia dengan cara yang unik dan nyeleneh, yaitu dengan hanya menumpang alias ngompreng. Ternyata banyak hal yang sudah dipotret oleh sahabat saya tersebut. Salah satu hal yang membuat saya terkesan adalah tentang perjuangannya di Pulau Komodo. Perjuangan yang sederhana untuk memotret dan memberitahukan kepada khalayak umum mengenai pendidikan di sana.
Pada tahun yang lalu kita sama sama mengetahui bahwa Pulau Komodo akan dijadikan salah satu keajaiban dunia. Hal tersebut dikarenakan adanya spesies komodo yang termasuk spesies langka di dunia.
Disaat semua orang merasa bangga dan gigih berjuang untuk memvoting, yang dilakukan sahabat saya Frans bukan itu. Yang dilakukan hanya satu, menyelamatkan Pulau Komodo dari pengelolaan tangan asing. Itu saja yang diinginkan oleh sahabat saya, sehingga dia bersemangat sekali untuk datang kesana.
Selain itu, sahabat saya tersebut kesana juga untuk melihat apakah orang di sekitar Pulau Komodo siap dengan menjadi bagian dari keajaiban dunia. Mungkin yang Anda tahu adalah bahwa masyarakat disana sudah terjamin kehidupannya karena Pulau Komodo menjadi tempat wisata yang terkenal. Tetapi menurut Fran, hal tersebut hanya omong kosong karena sarana dan prasarana disana masih sangat dibawah standar, apalagi bagi sarana pendidikannya.
Fran ingin sekali memuat jepretannya tersebut di media, tetapi karena dikhawatirkan akan membawa dampak negatif baginya, akhirnya dia hanya bisa diam dan tidak tahu mau diapakan hasil jepretannya tersebut. Hingga akhirnya dia menitipkan kepada saya file tersebut untuk dijaga dan tidak dipublish kepada media. Tapi dia bilang kalo ngambil sebagian juga tidak apa apa. Oleh karena itu saya sempatkan menuliskannya di sini.
Inilah foto foto SATAP alaias SD satu atap yang ada di Pulau Komodo
Kondisi dalam kelas di SD Satu Atap
Pulau Komodo – NTT
Kondisi SD Satu Atap ketika dilihat dari luar
Terlihat Jelas bahwa ruangannya terbuat dari kayu
Kondisi kamar mandi di SD Satu Atap
Ada coretan dinding anak Pulau Komodo
“Sahabat Satu Sampai Mati”
Dan inilah foto sahabat saya Fran yang sangat pembernai ketika menyentuh ekor komodo yang air ludah dan gigitannya sangat beracun.
Potret Fran ketika sedang memegang ekor komodo
Mungkin itu saja yang bisa saya ungkapkan kali ini sebagai tombo kangen kepada sahabat saya tersebut. Mungkin bagi beberapa orang Fran dianggap orang yang aneh dan misterius. Tetapi bagi saya, dia tetaplah seseorang yang pemberani dan konsisten dalam mengejar cita citanya.
Aku tunggu kabarmu selanjutnya Kawan. Sahabat Satu Sampai Mati, itulah kalimat yang pas untukmu.
Terima kasih dan semoga bermanfaat