Catatan yang tidak perlu dibaca

Selamat beraktivitas para sahabat sekalian,
Pada kesempatan kali ini, sebelumnya saya minta maaf jika pada beberapa hari ini belum sempat Bewe. Kebetulan pada beberapa hari ini saya ada beberapa kegiatan di Surabaya, jadi saya hanya bisa ngampung ngenet di tempat teman saya. Lumayan lah daripada nongkrongin di warnet di Surabaya yang terkenal panas ini. 
Di sela sela istirahat dari keperluan disini, saya paksain meras otak untuk nulis di blog. Alasannya sederhana, yaitu karena saya kangen dengan blog saya dan juga saya kemarin mendapat beberapa masalah dalam postingan saya. Untuk itu, saya ingin berbagi cerita dan juga bertanya kepada para sahabat tentang apa yang seharusnya dilakukan jika sahabat mendapatkan maslaah seperti yang saya dapatkan.
Masalahnya cukup sederhana, pada postingan saya kemarin yang berjudul ASI belum tentu baik bagi bayi, saya mendapati beberapa komentar dari beberapa sahabat yang kurang berkenan dengan postingan tersebut. Saya memahami benar apa yang mereka permasalahkan, namun ada beberapa hal yang saya rasa justru membuat saya pengen gigit kabel karena komentar tersebut.
Secara pribadi saya memang tidak marah, karena saya memahami bahwa maksud dari si empunya komentar juga baik. Namun yang saya sesalkan, dengan blog ini saya ingin berbagi pengalaman dan juga berbagi informasi. Jadi apabila memang Anda kurang berkenan karena apa yang kita tahu berbeda, saya harap Anda bisa menyampaikannya dengan cara yang baik pula. Karena saya juga menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Kemudian untuk yang kedua, ini masalah konteks pembicaraan dalam blog. Saya tahu saya memang belum bagus dalam bertutur kata, baik dalam penyampaian maksud tulisan, maupun dalam bahasa tulisan saya. Dalam postingan tersebut saya bertujuan membuat postingan bukan untuk memberikan informasi yang salah, namun saya hanya sekedar mengingatkan kepada para pembaca (terutama ibu menyusui). Karena saya masih ingat betul jika masalah ASI sekarang menjadi polemik karena adanya masalah overdosis xenobiotik (zat kimia dari luar tubuh) yang berlebihan pada bayi karena pola konsumsi si ibu yang kurang baik.
Dan yang terakhir, ini masalah gambar yang menurut seseorang blogger adalah gambar yang saru karena menunjukkan salah satu bagian tubuh wanita yang tidak pantas untuk ditampilkan. Dalam hati saya justru balik bertanya, saya memuat gambar bukan untuk tujuan pornografi, dan hal itu bisa dibaca di postingan saya. Okelah tidak masalah, saya akui mungkin gambar tersebut tidak pantas, namun sekali lagi saya tegaskan, bagi saya hal tersebut bukanlah hal yang tabu karena saya dilahirkan sebagai seseorang yang multi kultural dan belajar menilai secara objektif. Dan saya pikir, gambar tersebut masih dalam tahap yang wajar dan tidak berlebihan.
Sekali lagi saya mohon maaf jika ada beberapa sahabat yang kurang berkenan dengan tulisan saya ataupun segala sesuatu yang ada di blog ini. Saya memiliki tujuan yang baik ketika saya belajar ngeblog, dan sampai akhir pun saya akan tetap mempertahankan prinsip saya bahwa saya hanya akan membagi kebaikan kepada para sahabat dan pembaca sekalian.
Ada peribahasa, Jangan melihat seseorang dari kulitnya
Dan saya pikir juga, Jangan melihat blog dari tutur bahasanya
Siapa tahu meskipun dalam kata2 yang kurang baik terselip makna yang suatu hari mungkin akan bermanfaat bagi kita.
Hidup Blogger Indonesia
Budayakan membaca sebelum berkomentar
Budayakan berkomentar tanpa mengandung unsur yang menyakitkan hati
Karena kita dilahirkan berbeda dan juga memiliki pengalaman yang berbeda
Terima kasih dan semoga bermanfaat
Dan sekali lagi mohon maaf bagi yang kurang berkenan
Karena saya hanya menuliskan perasaan saya sebagai seorang blogger yang sedang sakit hati