Sejauh Mana Anda Mengetahui HIV AIDS

Selamat beraktivitas bagi seluruh sahabat blogger dan pembaca sekalian,
Pada beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Desember 2012, seluruh dunia memperingati hari AIDS sedunia. Peringatan tersebut hampir dilaksanakan di setiap belahan dunia, dan salah satunya juga dilaksanakan di Indonesia di negeri kita yang tercinta ini. Dan salah satu peringatan tersebut juga dilakkan di daerah tempat saya tinggal, yakni di Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur.
Dalam setiap tahun, peringatan hari AIDS sedunia selalu dilakukan. Alasannya memang cukup sederhana, namun tertera banyak makna di dalamnya. Dan di antara banyak makna tersebut akan Anda temukan pada catatan saya di bawah ini.
sumber : odhaberhaksehat
Apa yang saya tahu tentang HIV AIDS?
Menurut kacamata saya seorang blogger muda yang mengenyam ilmu dunia kesehatan di Fakultas Farmasi Universitas Jember, saya mengatakan dengan terus terang bahwa saya tidak tahu banyak tentang HIV, tentang AIDS dan lain lainnya. 
Hal tersebut dikarenakan di waktu kuliah, saya tidak pernah mendengarkan dosen yang lagi mengakjar mata kuliah yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Karena saya pikir ilmu tersebut bukanlah ilmu yang menarik untuk dipelajari. Bahkan saya beranggapan bahwa ilmu tersebut tidak penting dan tidak berguna.
Namun setelah saya mendapati selembar pamflet dari kawan saya anak Fakultas Kesehatan Masyarakat universitas Jember yang berisi seminar kesehatan tentang AIDS, mata saya tersibak dengan sebuah tulisan seperti yang di bawah ini
“HIV adalah virus pembunuh no.1 di dunia”
Setelah mendapati tulisan itu, kemudian saya mencari informasi di internet, apakah hal tersebut benar ataukah hal tersebut hanya bualan dan omong kosong belaka.
Setelah tidak sampai 2 jam saya baca baca beberapa artikel yang saya cari di mbah Google. Saya mendapati beberapa kenyataan dan fakta yang membuat saya tidak percaya. Dari beberapa fakta yang ada, fakta dan kenyataan yang membuat saya tercengang adalah sebagai berikut :
1. HIV adalah virus mematikan nomor satu di dunia dan sudah di klaim oleh Badan Kesehatan PBB (WHO) yang bekerja sama dengan UNAIDS bahwa sejak 5 Juni 1981 sampai januari 2006 sudah ada sekitar 25 juta orang di dunia meninggal karena AIDS.
sumber : kompasiana dan odhaberhaksehat
2. Jumlah Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) selalu meningkat dari waktu ke waktu. Hal tersebut bisa diketahui dari berbagai media online yang menyebutkan bahwa hampir di semua wilayah di Indonesia jumlah ODHA semakin meningkat. Dan sampai sekarang sudah ada sekitar 34 juta orang di dunia hidup dengan HIV termasuk di Indonesia.
sumber :  kompasiana dan Google search
3. Kasus ODHA tertinggi justru terjadi pada ibu rumah tangga (IRT)
sumber : portal online
Dari ketiga fakta tersebut, saya yakin Anda pun pasti juga akan kaget, terutama pada bagian yang ketiga.Untuk penjelasannya akan ada di bagian artikel yang selanjutnya.
Setelah saya tahu tentang HIV AIDS, Saya ngapain???
Seperti kebanyakan orang lainnya dan beberapa pemuda pemudi pada umumnya. Pada awalnya saya hanya diam dan terpaku biasa saja. Saya santai santai saja karena saya pikir hal tersebut bukan hal yang penting dan masih jauh dari diri saya. Selain hal tersebut saya juga tidak mau tahu terhadap organisasi yang bergerak dalam bidang tersebut.
Namun lagi lagi apa yang saya lakukan ternyata salah lagi seperti ketika saya belum tahu apa apa tentang HIV AIDS. Saya baru menyadari bahwa sebagai seseorang yang tahu, selain tindakan preventif atau pencegahan bagi diri sendiri. Ternyata saya juga ingin mencegah penularan penyakit tersebut pada orang orang di sekitar saya. Baik itu keluarga, pacar, teman, saudara, dan juga orang lain yang ada di sekitar saya.
Tanpa saya sadari, saya pun mulai tergerak ketika ada 2 teman dari Komite Sentral GMNI Jember yang bernama Wahyu dan Demas yang ternyata bekerja sampingan di KPA sebagai penyuluh di lapangan dan juga membagi kondom gratis kepada para PSK dan juga pengunjung di sebuah lokalisasi yang berada di Kecamatan Puger Kabupaten Jember.
Setelah ngobrol beberapa lama di warung kopi di sekitar kampus, saya pun mencoba untuk menjadi bagian dari mereka berdua. Saya pun memberanikan diri untuk ikut serta dalam pekerjaan mereka untuk membagikan kondom dan juga melakukan obrolan obrolan bersama para PSK di  lokalisasi tersebut.
Pada awalnya sih rasa takut dan juga grogi selalu datang di pikiran saya ketika berkumpul dengan PSK. Yang saya takutkan hanya satu, yaitu saya takut nanti keperjakaan saya hilang di lokalisasi tersebut, hehehe
Udah deh, jangan dibahas masalah yang di atas. Intinya pertama kali saya ikut serta dengan kawan saya tersebut, saya cukup grogi.Namun dalam percobaan saya itu saya bisa masuk ke para PSK (maksudnya bisa ngajak ngobrol di beberapa PSK) sambil membagikan kondom secara gratis yang kami dapatkan dari KPA Jember.
Pengalaman tersebut tidaklah saya ikuti dalam jangka waktu yang cukup lama. Karena sekali lagi, masalah ekonomi tetaplah menjadi bahan pembicaraan kami bertiga. Tentu saja karena biaya muter muter bagi kondom lebih besar daripada uang yang kami dapatkan. Meskipun demikian, pengalaman tersebut adalah sebuah pengalaman yang berbeda untuk saya dan tentu saja akan menjadi pengalaman yang berharga.
ODHA tertinggi pada Ibu Rumah Tangga, Benarkah??

Dengan tegas saya menjawab, BENARRRRRRRRRR…..

Pada awalnya saya juga heran, mengapa justru pada ibu rumah tangga yang terbanyak. Namun setelah saya membaca dan mengetahui siklus sosial tentang bagaimana penularan HIV, saya pun mulai menyadari bahwa hal tersebut adalah karena ulah para lelaki yang hidung belang dan doyan jajan di sana sini.

Contohnya begini,

Misalnya nih ada seorang sopir truk barang yang biasa mondar mandir dari Jember ke Bali ngantar buah dan sayuran (maaf nih bagi si sopir, saya masukin ke blog ini, hehe). Ketika di Bali, pas lagi istirahat, kebetulan si sopir pengen istirahat ditemani seorang gadis berinisial PSK. Dan tanpa diketahui si sopir, si PSK tersebut kebetulan terinfeksi HIV, dan akhirnya virus pun melakukan migrasi sehingga akhirnya di tubuh si sopir juga ada virus tersebut.

Setelah melakukan hubungan badan tersebut, si sopir akhirnya pulang kampung ke Jember. Dan setiba di rumah, si sopir ternyata melihat istrinya yang udah siap siap melayani sang suami yang sudah beberapa hari ngirim barang ke Bali. Dan akhirnya migrasi virus yang kedua pun terjadi sehingga ibu rumah tangga pun bisa jadi pengidap HIV tersebut.

Cerita di atas adalah satu cerita fiksi yang mendekati fakta. Karena berdasarkan penuturan beberapa ODHA yang ada di Jember, kemungkinan hal tersebut cukup besar karena sebagaian besar ibu rumah tangga yang menjadi ODHA memiliki suami yang bekerja sebagai sopir truk dan juga pernah bekerja di kota besar yang rawan terinfeksi HIV (Denpasar dan Surabaya).

Jadi, adanya ODHA pada ibu rumah tangga lebih dikarenakan sifat suami yang nyeleweng. Jadi bagi Anda yang sudah ataupun belum beristri, janganlah sekali kali jajan sembarangan di kantin spesial yang bernama “lokalisasi” dan semacamnya. Karena di tempat tersebut ada banyak virus virus HIV yang beterbangan dan siap bermigrasi ke tubuh Anda.

Terus, apabila teman kita adalah ODHA apa yang harus kita lakukan???

Hemm, ini adalah masalah yang rumit bagi kita yang menganggap rumit. Tapi masalah ini akan menjadi mudah jika pikiran dan hati kita bisa memandang lebih jauh serta dibekali dengan beberapa pengetahuan tentang HIV AIDS.

Menurut saya, jika ada teman, tetangga, saudara ataupun keluarga yang terinfeksi HIV, kita harus menyemangatinya untuk tetap bertahan hidup dengan cara rajin berkunjung ke klinik VCT di rumah sakit terdekat.

Jangan dengan memiliki teman sebagai ODHA Anda malah menjauhinya. Anda harus selalu menyemangati agar teman Anda juga punya semangat untuk hidup ^^

Dan apabila Anda ingin melakuka pencegahan lebih awal, Anda dan juga orang di sekitar Anda juga bisa melakukan tes VCT di rumah sakit terdekat untuk mengetahui apakah sedang terinfeksi virus HIV atau tidak. Saya menyarankan hal tersebut karena semata mata saya juga ingin mengajak para pembaca dan sahabat blogger untuk bisa hidup sehat dan mencegah AIDS untuk masuk di lingkungan kita.

Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam tentang AIDS dan segala sesuatunya, Anda bisa membaca baca lagi di odhaberhaksehat.

Penderita AIDS Bukanlah Musuh
Penderita AIDS Bukanlah Ancaman
 Mereka Hanyalah Manusia Biasa
Yang  Membutuhkan Uluran Tangan Anda

Terima kasih dan semoga bermanfaat…

Incoming search terms:

  • google siapa pacar saya
  • Oke Google Saya mencari rumah pacar saya
  • ok google pacar
  • mengetes sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang hiv
  • Memperingati hari aids semangat kawan hiv
  • google dimana pacar saya
  • Google dimana pacar aku
  • gogle pacar itu apa
  • cara seting oke google pacar
  • cara hubungi pacar di ok google