1 Tilang = 100 Push Up

Selamat beraktivitas para sahabat Noteboll sekalian

Pada postingan ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman pribadi yang sangat berkesan bagi saya. Cerita ini adalah sebuah cerita tentang SIM yang saya ikutkan untuk Giveaway nya mbak Hana Sugiarti.

Ngobrol ngobrol tentang SIM. Ada sebuah kejadian konyol yang sempat membuat saya mendapat hukuman push up dan sit up. Ceritanya begini, saat SMA, saya adalah seorang anggota Pramuka di SMA Negeri 3 Jombang. Selain mengikuti kegiatan Pramuka secara regular di SMA, saya juga mendaftarkan diri menjadi anggota Pramuka Saka Bhayangkara.

Sebagai seorang anggota Pramuka Bhayangkara, setiap anggota berhak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Kartu ini berfungsi sebagai identitas anggota dan menurut senior saya KTA tersebut bisa digunakan sebagai SIM ketika ada razia. Seperti anak yang lugu, saya pun mempercayai hal tersebut.

Selang beberapa bulan setelah saya mendapat KTA, saya mendapati ada operasi di pertigaan di sebelah sekolah saya. Dengan sangat Pede, saya dan beberapa teman anggota Saka Bhayangkara nekat melewati jalan tersebut meskipun kami semua belum memiliki SIM.

“Siang mas, bisa ditunjukkan SIM dan STNK nya”,
“Ini pak STNK nya”,
“Mana SIM nya mas?”,
“Saya belum punya SIM, pak. Tapi saya punya KTA Saka Bhayangkara pak. Ini pak KTA saya”,

Setelah memeriksa KTA tersebut, pak polisi pun mengijinkan saya untuk melanjutkan perjalanan.

“Ini mas, silahkan melanjutkan perjalanan”.

Mendengar ucapan tersebut, dalam hati saya berpikir. Wah, kartu ini memang benar benar sakti. KTA ini memang bisa berfungsi sebagai SIM.

Setelah beberapa hari dari kejadian itu, yaitu pada hari Minggu pagi ketika latihan rutin di Saka Bhayangkara. Saya kemudian bercerita dengan teman teman yang lain mengenai kesaktian KTA tersebut, yaitu meskipun nggak punya SIM, saya bisa lolos operasi atau razia jika memiliki KTA Saka Bhayangkara.

Selang beberapa menit, setelah apel pagi. Saya dan beberapa teman saya dipanggil Pembina Saka Bhayangkara di kantornya. Saat itu saya nggak berfikir macam macam, mungkin saya dan teman teman saya dipanggil untuk mengerjakan sesuatu atau membantu sesuatu di sana.

Sesampainya di tempat itu, saya dan teman teman disuruh duduk kemudian disidang oleh Pembina saya.

“Saya kemarin mendapat laporan bahwa ada anak Sabhara (Saka Bhayangkara) yang menyalahgunakan KTA”.

Mendengar kalimat pembuka tersebut, saya langsung kaget dan cemas. Waduh, mati aku, sepertinya bakal kena hukuman ini, begitu saya berpikir dalam hati.

“Imam, Roni, Ilham, dan Wahyudi. Kalian saya hukum , 100 push up, 100 sit up DAN 100 back up hari ini karena menyalahgunakan KTA”.

Mendengar kata kata itu, saya merasa diri saya telah dikerjai oleh para senior saya. Dalam hati saya berpikir, ternyata KTA memang bisa menjadi SIM, tapi gantinya adalah hukuman 100 push up, sit up dan back up.

Setelah menjalani sarapan pagi paket A yang berisi 100 push up, sit up dan back up. Saya dipersilahkan kembali ke lapangan dan mengikuti rutintas latihan seperti biasanya samapi latihan rutin selesai.

Begitulah pengalaman pribadi saya mengenai SIM. Ternyata yang dikatakan senior saya memang benar. KTA Saka Bhayangkara bisa digunakan menjadi SIM. Tapi waktu latihan rutin, tilangnya diganti 100 push up, sit up, dan back up.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • kta saka bhayangkara
  • bisakah KTA pramuka di tunjuk kan saat di tilang
  • kata kata kami anak saka bhayangkara
  • kata anak saka bhayangkara
  • kata anaj bhayangkara
  • kartu anggota saka bayangkara bisa mengganti sim
  • kartu anggota bhayangkara
  • hukuman push up
  • foto cewek cantik saka bayangkara
  • cara menbuat kartu tanda anggota saka bhayangkara