Aku Bangga Menjadi Bagian Dari Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68. Sebuah usia yang cukup matang untuk suatu negara dan bangsa untuk memulai sebuah usaha dan perjuangan demi membangun bangsa yang mengayomi rakyatnya serta bangsa yang bisa dibanggakan oleh rakyatnya.
Negeri ini memang sudah merdeka sejak berpuluh puluh tahun yang lalu. Namun apa yang terjadi di negeri ini  bukan malah membangun kemerdekaan yang sesungguhnya. Namun justru negeri ini menjadi sebuah negeri yang tidak dipercaya oleh rakyatnya dan tidak memberikan rasa aman untuk seluruh penduduknya.
Negeri ini memang sudah tidak karu-karuan. Kebobrokan ada dimana-mana, korupsi merajalela, kejahatan semakin menjadi-jadi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah rasa nasionalisme yang semakin berkurang. Sehingga seakan akan menganggap bahwa negeri ini itu sudah tiada dan kita sebagai masyarakat berbudaya dan berpendidikan tidak perlu lagi mengukir rasa nasionalisme kita dalam suatu karya untuk bangsa ini.
Negeri ini memang negeri yang menempati posisi 15 besar dunia. Dari mulai jumlah penduduknya yang semakin tahun semakin meningkat. Dan yang paling hebat adalah suatu kenyataan bahwa GDP (Gross Domestic Product) penduduk Indonesia menempati posisi 15 besar dunia. Sedangkan jumlah masyarakat miskin di negeri ini hampir mendekati 18% dari total penduduk. Dan ditambah lagi sebuah kenyataan pahit bahwa negeri ini menempati peringkat 5 dari sekitar 176 negera paling korup di seluruh dunia.
Negeri ini juga merupakan negeri yang unik dan selalu mengedepankan KKN alias Korupsi Kolusi dan Nepotisme dalam setiap agenda politik dan juga pemilihan anggota dewan maupun presiden sekalipun. Kasus KKN di negeri ini sudah berjuta juta, namun banyak sekali keabu-abuan di setiap kasusnya. Sehingga rakyat harus menerima fakta bahwa negeri ini pandai menangkap pelaku KKN namun iba untuk memberikan hukuman yang berat kepada mereka dengan alasan sila ke-2 Pancasila (Kemanusiaan yang adil dan beradab).
Negeri ini juga merupakan negeri yang hebat. Memiliki Pancasila sebagai dasar negara namun tidak pernah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari. Ketuhanan di sila pertama hanya sebagai pelengkap di KTP hingga akhirnya banyak terjadi kasus pertikaian antar umat beragama. Kemanusiaan di sila kedua hanya untuk membuktikan bahwa negeri ini dipenuhi oleh manusia, namun dalam kesehariannya selalu mencela dan membantai orang lain tanpa belas kasihan. 
Persatuan di sila ketiga hanya digunakan sebagai simbol bahwa kita bersatu jika kita memiliki kepentingan yang sama, atau hanya bersatu ketika ada kampanye politik, atau ketika ada uang gratisan dari pemerintah. Kerakyatan di sila keempat hanya untuk menuliskan bahwa negeri ini sayang dengan rakyatnya, yakni sayang untuk mengeluarkan uang banyak demi kesejahteraan rakyatnya. Dan Keadilan di sila kelima hanya sebagai pelengkap bahwa si kaya harus tetap kaya dan si miskin harus tetap miskin, ini merupakan proyek keadilan dan juga sinkronisasi hitam putih yang ada di negeri ini.
Negeri kita ini memang sangat superior. Banyak orang pandai dan juga banyak orang yang cerdas. Namun tidak satupun dari mereka menggunakan kecerdasannya untuk membangun negeri ini. Melainkan mereka hanya ingin membangun kenikmatan hidupnya sendiri tanpa melihat orang lain di sekitarnya yang sedang membutuhkan uluran tangan mereka.
* * *
Banyak orang berceloteh di luar sana untuk mengungkapkan kekesalan mereka pada negeri ini. Mereka menyalahkan negara dan pemerintah atas bobroknya sistem dan juga kondisi negeri ini. Namun pada kenyataannya mereka hanya diam dan tidak mau berusaha untuk membantu membangun negeri ini agar menjadi lebih baik.

Mari kita bersama sama, membangun bangsa dan negeri ini dengan semangat, keringat, harta, benda, nyawa, dan semua yang kita miliki. Karena mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan kemerdekaan yang sesungguhnya itu justru lebih berat apabila dibandingkan dengan merebut kemerdekaan. Jadi mari kita memegang teguh Pancasila dan mengamalkannya dalam mengisi kemerdekaan ini untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dirgahayu Indonesiaku
Aku bangga menjadi bagian dari negeri ini