Saatnya Blogger Nasional Menuju Blogger ASEAN

Sebelum saya berbicara panjang lebar di sini. Saya ingin mencoba mengulas kembali salah satu isi dari mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) ketika saya masih bersekolah di tingkat Sekolah Dasar. Saat itu saya diberikan ilmu oleh Bapak Guru saya yang bernama Pak Mahmud mengenai suatu organisasi yang disebut dengan ASEAN.


Hayo….siapa yang masih ingat dengan dengan kepanjangan ASEAN ???
Saya yakin para sahabat sekalian sudah lupa dengan kepanjangan ASEAN. Tenang sahabat, bukan hanya sahabat kok yang lupa, saya juga sudah lupa dengan kepanjangannya. Tapi meskipun kita sama sama lupa dengan kepanjangannya, kita pasti sudah paham dan mengetahui bahwa ASEAN merupakan organisasi negara negara di Asia Tenggara. Jadi nggak perlu dipermasalahkan lagi tentang kepanjangannya, yang penting kita sudah sepaham dengan makna ASEAN tersebut.
Setelah saya hitung menggunakan kalkulator, ternyata ASEAN sekarang sudah berumur 46 tahun. ASEAN yang didirikan pada tahun1967 oleh 5 negara pelopor (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina), kini telah menapaki usia lebih dari setengah abad dengan jumlah negara peserta sebanyak 10 negara dengan menambahkan Brunai Darussalam, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam.
Dengan menapaki usia yang hampir setengah abad tersebut, ASEAN telah menunjukan integritasnya sebagai organisasi regional yang cukup stabil. Kesebelas negara anggota telah saling bekerjasama dalam berbagai hal, baik itu sektor pertanian, perekonomian, ilmu pengetahuan, pertahanan keamanan, dan lain lain. Meskipun pernah terjadi sedikit konflik antar anggota, namun hal tersebut tidak meruntuhkan semangat kebersamaan dari kesebelas negara tersebut untuk bersatu padu membangun regional Asia Tenggara agar menjadi lebih baik dan diakui di mata dunia.
Dengan semangat kebersamaan itulah, akhirnya terlahir komunitas di ASEAN yang akan diresmikan pada tahun 2015. Komunitas ASEAN 2015 ini memiliki tujuan untuk membangun ASEAN di 3 sektor utama, yaitu: Politik dan Keamanan, Ekonomi, serta Sosial Budaya. Ketiga sektor ini dinilai cukup penting untuk dijadikan target utama, karena dengan keberhasilan membangun 3 hal tersebut maka dapat dipastikan bahwa negara ASEAN dapat membangun suatu kawasan/regional yang stabil, aman, damai, dan juga sejahtera secara ekonomi.
ASEAN community 2015
Dalam mewujudkan tujuan tersebut, Komunitas ASEAN 2015 memiliki visi “Integrasi Konstruktif Berbasis Kerakyatan (People Centered)”. Jadi dalam mewujudkan integrasi yang konstruktif (kerjasama yang saling membangun), maka diperlukan keikutsertaan serta sumbangsih dari rakyat. Dalam hal ini, integrasi tersebut tidak hanya difokuskan pada peran pemerintah saja, melainkan dititikberatkan pada peran serta dan juga sumbangsih seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kasta dan juga golongan.
Dengan visi tersebut, maka semua lapisan masyarakat dipastikan bebas untuk berperan serta dalam komunitas ASEAN tersebut. Petani, pedagang, wirausaha, karyawan swasta, pegawai negeri dan juga komunitas hobi pun bisa turut serta membangun ASEAN. Visi tersebut hampir sama dengan Demokrasi Pancasila di Indonesia, yakni “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”. Jadi saya bisa meyakini bahwa masyarakat Indonesia pun akan selalu berperan aktif dalam mencapai visi tersebut.
Sebagai bagian dari masyarakat, komunitas blogger pun tidak ingin ketinggalan dalam Komunitas ASEAN. Oleh karena itulah terbentuklah Komunitas Blogger ASEAN yang tentu saja dibentuk untuk menjalin kerjasama dan juga kemitraan antar blogger di seluruh wilayah ASEAN. Komunitas blogger ini diharapkan bisa berperan serta dalam membangun jaringan di dunia maya untuk mempopulerkan semua hal yang dimiliki ASEAN kepada dunia serta mendukung terciptanya kedamaian di jaringan dunia maya wilayah ASEAN.
Sebagai blogger, banyak hal yang bisa kita lakukan dalam peran serta kita dalam Komunitas ASEAN tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut :
  1. Mengenalkan potensi sosial budaya negara kita dan juga negara anggota ASEAN melalui blog, contohnya mengenalkan tarian daerah asli Indonesia atau alat music yang asli dari Thailand.
  2. Tidak menjadi provokator dalam dunia maya (tidak membesar-besarkan berita kemudian disebar melalui blog atau sosial media) ketika ada konflik antar negara ASEAN, contohnya ketika terjadi konflik antara Malaysia dan Filipina, kita justru menuliskan solusi yang kita tawarkan atas masalah tersebut pada blog, bukan malah mencari kambing hitam dalam konflik tersebut.
  3. Menginformasikan hasil hasil kerjasama ASEAN yang dinilai telah sukses, contohnya hasil penelitian beras di IRRI, Filipina.
  4. Menginformasikan kegiatan rutin yang dilakukan oleh negara ASEAN, contohnya adalah dengan menginformasikan perkembangan pelaksanaan SEA GAMES.
  5. Menuliskan informasi mengenai kegiatan tukar menukar pelajar antar negara ASEAN.
  6. Membuat program blogger ASEAN peduli penderita AIDS atau program blogger ASEAN peduli bencana alam ketika ada musibah/bencana terjadi di wilayah ASEAN
  7. Membuat program blogger ASEAN peduli pendidikan dengan mendirikan sekolah sekolah gratis di wilayah terpencil dan belum terjangkau pendidikan
  8. Dan banyak lagi yang lainnya
Sebenarnya sebagai bagian dari KomunitasBlogger ASEAN, masih banyak hal yang bisa dilakukan demi mendukung program Komunitas ASEAN 2015. Baik itu melalui media tulisan, advertise, maupun dalam hal yang riil atau nyata. Semuanya bisa kita lakukan untuk membangun ASEAN yang lebih baik.
Sudah saatnya blogger Indonesia melebarkan sayapnya. Tidak hanya jago kandang dan hanya terdiam di kamar saja. Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan negeri ini dengan berbagai program yang menarik serta selaras dengan program Komunitas ASEAN. Komunitas ASEAN sudah ada di depan mata. Dua tahun merupakan waktu yang cukup untuk menyusun sebuah rencana besar dan menciptakan sejarah besar di  Komunitas Blogger ASEAN.

Saatnya Blogger Nasional Menuju Blogger ASEAN