Refleksi Sumpah Pemuda 2013 | Saatnya Yang Muda yang Lebih Berdayaguna Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara

Refleksi Sumpah Pemuda 2013 | Saatnya Yang Muda yang Lebih Berdayaguna Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara – Masih ingatkah anda dengan tanggal di hari ini, tanggal 28 oktober. Sebuah tanggal yang memiliki makna bagi bangsa ini. Sebuah tanggal yang memiliki nilai sejarah dan merupakan asal muasal dari kesadaran pemuda bangsa Indonesia saat masih dalam masa penjajahan Belanda.
Pada tanggal 28 oktober 1928, terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang merupakan sebuah titik balik dari bangsa ini. Seluruh pemuda dan pemudi di Indonesia yang awalnya hanya beruang sendiri sendiri mulai menyadari betapa pentingnya persatuan dan kesatuan demi mendapatkan kemerdekaan bangsa Indonesia yang sudah terjajah selama 3 abad lebih.
Sumpah Pemuda waktu itu memang sebuah titik terang disaat perjuangan di berbagai wilayah bisa dipatahkan oleh Belanda. Dengan adanya Sumpah Pemuda, seluruh pemuda di Indonesia mulai berjuang bersama sama dan juga mengikutsertakan generasi tua. Dan lebih hebatnya lagi, yag menjadi pembeda adalah dengan adanya Sumpah Pemuda. Cara merebut kemerdekaan sudah tidak menitikberatkan pada sisi perang fisik saja, melainkan dengan menambah sisi edukasi dan ilmu pengetahuan dalam usaha mendapatkan kemerdekaan.
Berdasarkan isi dari Sumpah Pemuda, yakni berbangsa satu, bertumpah darah satu dan berbahasa satu memang sama sekali tidak ada hubungannya dengan usaha meraih kemerdekaan. Namun cita cita kemerdekaan itu menjadi lebih terpatri pada jiwa dan pikiran pemuda di masa itu. Mereka semua sepakat bahwa kemerdekaan itu tidak akan pernah bisa diraih jika kita tidak memiliki satu visi dan satu misi. Untuk itulah muncul agenda Sumpah Pemuda dalam rangka menyatukan visi dan misi seluruh pemuda di Indonesia.
Perjuangan pemuda di waktu itu tidaklah mudah. Banyak kekangan sana sini dari pihak penjajahan. Namun karena kecerdikan dan strategi yang jitu serta perjuangan yang semangatnya tidak pernah habis. Akhirnya para pemuda berhasil membuat sebuah celah untuk merdeka hingga akhirnya benar benar mendapatkan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Sumpah Pemuda memang telah memberikan warna bagi bangsa ini. Hingga akhirnya hal ini menjadi sejarah yang tidak akan mungkin begitu saja dilewatkan dan juga dilupakan. Sumpah Pemuda ini akan selalu dikenang dan menjadi sebuah panutan bagi seluruh pemuda dan pemudi di Indonesia sampai kapanpun.
Bagaimana cara mengaplikasikan makna dari sumpah pemuda di tahun ini, tahun 2013
Sebagai salah satu pemuda di negeri ini, saya akui saya bukanlah pemuda yang baik. Saya belum bisa memberikan sumbangsih yang nyata untuk bangsa ini. Jangankan untuk bangsa, hanya sekedar lingkungan kampung yang kecil saja saya belum bisa memberikan apa apa. Namun, dalam hati saya selalu ada niat yang mendalam. Bahwa suatu saat nanti saya akan memiliki suatu ilmu pengetahuan yang nantinya saya sebarkan kepada masyarakat di sekitar saya agar taraf kehidupan dan taraf pengetahuan masyarakat bisa meningkat.
Jika dulu saat Sumpah Pemuda para pemuda bersumpah untuk bersatu. Namun hal ini nampak kontras sekali jika dibandingkan dengan pemuda dan pemudi jaman sekarang (termasuk saya). Beberapa pemuda saat ini sudah memiliki pemikiran bahwa kita sudah tidak punya musuh, kita sudah merdeka, kita sudah bebas, dan kita bebas untuk bertindak apa saja. Jadi buat apa bersatu, toh kita sudah bebas. Mungkin begitulah kondisi yang ada pada saat ini. Padahal sesungguhnya bangsa ini masih memerlukan pemuda dan pemudi yang hebat, cerdas, bermoral serta selalu bersemangat untuk meningkatkan level dari bangsa ini.
Di zaman yang modern dan global seperti saat ini, masih banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengimplementasikan makna dari Sumpah Pemuda yang sudah ada sejak 85 tahun yang lalu. Beberapa hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh generasi muda di era kemerdekaan ini adalah dengan ilmu PPT, penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Peka
Sebagai seorang pemuda, hal yang bisa kita lakukan dalam rangka mengisi kemerdekaan negeri ini dimulai dengan kepekaan kita sebagai seorang pemuda. Kepekaa ini sangat diperlukan, karena tanpa kepekaan kita tidak akan bisa menyadari hal apa yang menjadi kejanggalan di negeri ini, hal apa yang menjadi masalah di lingkungan masyarakat kita, dan lain sebagainya.
Dengan modal kepekaan seorang pemuda, tentunya kita akan tahu masalah masalah apa saja yang dihadapi oleh bangsa ini. Dengan peka terhadap masalah tersebut, diharapkan seorang pemuda bisa peduli dengan cara bersimpati serta berempati dalam hal yang nyata untuk sedikit demi sedikit mencoba mencari solusi dan juga menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sosial di sekitar kita.
2. Pelajari
Jika kita sudah memiliki kepekaan terhadap problem sosial dan masalah masalah di sekitar kita. Sebagai pemuda yang cerdas, tentunya kita harus mencoba mempelajari masalah tersebut. Asal muasalnya bagaimana, apa yang harus dilakukan, jika saya dalam posisi itu harus bagaimana, apa yang harus saya pelajari untuk menyelesaikan masalah itu, dan lain lain.
Peajari semua hal yang diperlukan. Namun diperlukan juga sebuah proses disana. Belajar juga tidak instan, semua juga perlu bimbingan dan juga dipraktekkan. Setiap pemuda harus semangat dalam belajar. Bagi yang pandai IT ya belajar IT, bagi yang merasa bidangnya dan bisanya di pertanian ya belajar pertanian. Yang jelas, pelajari dengan sukarela, senang hati dan ikhlas. Niat baik tentunya akan mendapat sokongan juga kok.
3. Terapkan
Setelah mencoba kepekaan indra kita dalam melihat masalah masalah yang ada di lingkungan sosial kita. Dan juga sudah mempelajari bagaimana seharusnya yang harus dilakukan untuk meminimalisir masalah tersebut dan juga menyelesaikan masalah tersebut. Maka hal yang dilakukan adalah terapkan.
Belajar saja itu nggak cukup. Ilmu pengetahuan dari proses tidak hanya didapatkan dari teori saja. Butuh praktek dan juga kesinambungan dalam memecahkan suatu masalah. Untuk itulah diperlukan mental dan semangat yang membara sebagaimana pemuda waktu dulu saat Sumpah Pemuda yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan kemerdekaan yang suda dicita citakan.
Demikianlah sedikit refleksi saya tentang Sumpah Pemuda 2013. Saat ini pemuda adalah agent of changes, sampai kapanpun perubahan itu akan dimulai dari pemuda. Pemuda adalah harapan bangsa, pemuda juga tumpuan bangsa ini dimasa mendatang. Pemuda harus selalu bergerak dan terus bergerak. Pemuda tidak harus selalu sibuk dengan urusan cinta, namun pemuda harus selalu sibuk jika itu adalah urusan untuk memperbaiki masalah masalah yang dihadapi bangsa ini.
Saatnya Pemuda Indonesia Unjuk Gigi
Ayo Pemuda Indonesia
Kita Pasti Bisa
Menjadi Pemuda yang Berdayaguna
Bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara.
Refleksi Sumpah Pemuda 2013
Jombang 28 Oktober 2013