Jakarta Sudah Siap Terhadap Banjir

Jakarta Sudah Siap Terhadap Banjir – Hari ini beberapa media cetak ataupun media elektronik sudah mulai membicarakan sebuah kejadian yang sudah sering menimpa propinsi DKI Jakarta, yakni bencana banjir. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari stasiun metro TV, hari ini Jakarta sudah banjir setinggi lutut orang dewasa di beberapa wilayah, di antaranya Jalan jatiwaringin dan jalan Cipinang indah

Jakarta Sudah Siap Terhadap Banjir
Kondisi banjir di Jakarta tahun lalu
Jika beberapa orang mulai bingung dengan banjir yang melanda ibukota Jakarta. Namun ada beberapa orang yang lebih bingung lagi, yakni bagaimana caranya mencari kambing hitam atas banjir yang tetap menggenangi kota Jakarta di kala musim hujan. Dan sudah jelas, kambing hitam utama adalah seorang gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
Sebagai seorang lulusan dari perguruan tinggi, saya memiliki penafsiran lain terhadap kota Jakarta terhadap banjir yang sudah seringkali menimpa kota Jakarta. Beberapa penafsiran saya menunjukkan satu fakta yang menurut saya kota Jakarta Sudah Siap Terhadap Banjir. Penafsiran saya tersebut antara lain :
1. Orang orang di Jakarta masih gemar membuang sampah di sungai
Seperti halnya di beberapa daerah lainnya, orang orang Jakarta yang memiliki tempat tinggal di perkampungan kumuh serta dekat sungai akan lebih suka membuang sampah di sungai. Alasannya sederhana, karena dengan embuang di sungai masalah sudah beres dan sampah sudah tidak terlihat lagi.
Dengan alasan yang sedikit nyeleneh tersebut saya pikir masyarakat Jakarta memang minim edukasi, minim sosialisasi, atau memang masyarakatnya yang tidak tahu menahu dengan efek yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Dan mungkin apakah mereka sama sekali sudah tidak memikirkan adanya pola hidup bersih dengan kerja bakti membersihkan sungai dan selokan serta membuang sampah pada tempat pembuangan sampah.
Meskipun saat ini sudah ada beberapa komunitas yang peduli terhadap sampah dan kebersihan sungai sungai di Jakarta, namun jumlah itu masih relatif sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah orang yang membuang sampah di sungai. Akibatnya jelas, sampah menumpuk dan akhirnya menyebabkan banjir di ibukota Jakarta.
2. Orang di Jakarta lebih memilih menyalahkan orang lain daripada mengambil inisiatif sendiri untuk menyelesaikan permasalahan banjir
Bukti dari penafsiran ini sudah jelas, coba anda perhatikan media televisi apapun. Di sana pasti akan menampilkan perdebatan perdebatan mengenai banjir, menyalahkan satu sama lain dan sama sekali tidak melakukan solusi konkrit untuk mengatasi banjir di jakarta.
Sudah berapa banyak orang pandai di Jakarta, orang DPR orang kuliah, orang kantoran, pabrik pabrik besar, instansi ternama, semuanya ada orang pandai. Namun sebagian besar dari mereka acuh tak acuh dengan kondisi yang menimpa Jakarta. Mereka tidak berharap banjir melanda Jakarta, tapi mereka hanya diam dan berpangku tangan menunggu segelintir orang yang mau menyelamatkan Jakarta dari banjir.
Para politisi yang berdomisili Jakarta juga demikian, meskipun urusan mereka banyak dan harus keliling keliling ke beberapa tempat di Indonesia. Apa mereka tidak berpikir, jika tempat tinggal mereka akan terserang banjir jika mereka tidak melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan banjir. Melakukan reboisasi atau apa lah, membersihkan selokan depan rumah, atau mencoba membuat gerakan sehari Jakarta bersihkan sampah ketika hari minggu. Mereka tidak pernah mencoba untuk melakukan solusi konkret, sehingga sampai sekarang pun masalah akan semakin menumpuk bukan semakin berkurang.
Dengan dua penafsiran di atas, saya rasa perlu adanya perubahan sikap dari warga Jakarta untuk mencoba memberikan solusi konkret dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga dan masyarakat sekitar. Masyarakat Jakarta perlu gotong royong untuk membenahi agar tidak banjir lagi. Bukan saling sikut seperti sekarang ini ketika masalah banjir sudah mulai muncul ke permukaan.
Jakarta perlu membenahi pola pikir masyarakatnya, mereka ada di Jakarta bukan hanya untuk bertempat tinggal atau bekerja saja. Mereka adalah warga Jakarta yang kapanpun itu akan diperlukan untuk membenahi Jakarta serta mengurangi segala permasalahan yang ada di Jakarta. Kalangan artis, pemerintah, rakyat biasa adalah sama. Mereka semua anggota masyarakat Jakarta yang harus mau turut serta dalam usaha mengurangi potensi banjir di Jakarta.
Sekian sedikit catatan dari saya mengenai Jakarta Sudah Siap Terhadap Banjir. Terima kasih dan semoga bermanfaat.