9 Ajaran Utama Dari Syekh Siti Jenar

loading...

9 Ajaran Utama Dari Syekh Siti Jenar – Sebelum saya menjelaskan lebih dalam, semua artikel yang ada di kategori Ilmu Kejawen ini adalah artikel yang saya share kepada anda demi untuk pembelajaran bagi kita semua. Agar kita lebih bertakwa dan beriman dan selalu berjalan sesuai dengan syariat yang ada.

Artikel disini adalah artikel yang saya ambil dari beberapa media kemudian saya berikan sedikit penjelasan sesuai dengan yang saya pahami. Sehingga mari bersama belajar memahami budaya Jawa dan juga ilmu spiritual dari orang orang tangguh yang berasal dari Jawa dan sangat kental dengan ilmu-ilmu kejawen. Berikut ini 9 ajaran pokok dari Syekh Siti Jenar.

9 Ajaran Utama Dari Syekh Siti Jenar

1. Tidak mengabsolutkan pendapat

Artinya adalah, pendapat boleh diperdebatkan, akan tetapi pendapat tidak untuk melindas pendapat orang lain

 

2. Menjadi manusia hakiki

Artinya adalah, manusia merupakan perwujudan dari hak, kemandirian, dan kodrat.

 

3. Hubungan antara satu orang dengan orang lain merupakan hubungan kodrat dan iradat

Artinya adalah, sesama manusia adalah satu tim dan terikat satu sama lain.

 

4. Segala sesuatu di alam semesta ini adalah satu dan hidup

Makhluk hidup adalah kehidupan yang terperangkap dalam alam kematian. Zat mati tak akan dapat menimbulkan kehidupan, sedangkan zat hidup tak akan tersentuh kematian. Tuhan disebut zat yang mahahidup.

 

5. Pemahaman tentang ilmu sejati

Sejati jatining ngèlmu, lungguhé cipta pribadi, pustining pangèstinira, gineleng dadya sawiji, wijanging ngèlmu dyatmika, nèng kahanan eneng ening. Hakikat ilmu sejati itu terletak pada cipta pribadi, maksud dan tujuannya disatukan adanya, lahirnya ilmu unggul dalam keadaan sunyi dan jernih.

 

Maksudnya, jadi manusia itu harus berilmu, kreatif dan konsisten. Dan ilmu yang hebat itu dari pikiran2 yang jernih.

 

6. Umumnya orang hidup saling membohongi

Semua pasti sudah paham hal ini.

 

7. Nama Tuhan diberikan oleh manusia

Tuhan sendiri sebenarnya tidak perlu nama, karena Dia hanya satu adanya. Sesuatu diberi nama karena untuk membedakan dengan sesuatu lainnya. Bagi Syekh Siti Jenar, apapun sebutan yang diberikan kepada-Nya haruslah sebutan yang terpuji, yang baik, yang pantas.

 

8.  Raja agama sesungguhnya raja penipu

Sebagaimana telah diterangkan bahwa agama adalah jalan hidup. Oleh karena itu, agama harus diajarkan untuk menjadi jalan hidup, sehingga pemeluk agama bisa hidup tenang, bahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup. Agama harus diajarkan untuk menjadi landasan moral dan perilaku, sehingga agama benar-benar sebagai nilai luhur dan menjadi rahmat bagi semesta alam.

Syekh tidak ingin membohongi masyarakat Jawa, oleh karena itu agama islam diajarkan dengan cara yang pas bagi bumi dan manusia Jawa. Untuk hal itu diperlukan penafsiran, dan tidak disebarkan dalam bentuk budaya asalnya. Agama tidak disebarkan dengan kekuasaan raja, sebab menurut Syekh raja yang memanfaatkan agama adalah raja penipu. Sering terjadi bahwa untuk memenuhi kepentingan penguasa, agama dijadikan alat menguasai rakyat. Agama yang seharusnya dikuasai oleh rakyat, yang terjadi justru sebaliknya yaitu rakyat yang dikuasai oleh agama.

Jika di Eropa pada abad ke-19 orang-orang mulai mempertanyakan peranan agama, dan bahkan ada yang memandang bahwa agama sebagai candu bagi masyarakat dan harus disingkirkan dari gelanggang kehidupan bernegara, maka empat ratus tahun sebelumnya Syekh Siti Jenar justru ingin menerapkan agama sebagai penyegar dan pencerah bagi pemeluknya. Oleh karena itu, agama diajarkan tanpa melibatkan kekuasaan negara. Di sinilah Syekh bertabrakan dengan kepentingan Walisanga.

Syekh amat sadar bahwa di dunia ini penuh dengan tipu daya. Hampir di semua negara pada waktu itu terjadi relasi keuasaan antara raja/penguasa dengan para tokoh agama. Dengan kata lain, raja dan tokoh agama berbagi kekuasaan. Yang dikuasai dan yang dijadikan pijakan hidup oleh raja dan tokoh agama adalah rakyat. Inilah yang oleh Syekh disebut sebagai penipuan. Oleh karena itu, sudah waktunya agar agama benar-benar menjadi milik masyarakat, dan negara tidak mengurusi agama. Yang diurusi oleh negara adalah tegaknya hukum positif, perlindungan bagi setiap orang tanpa memandang agama dan kepercayaannya. Yang diurusi oleh negara adalah kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

 

9. Segala sesuatu di alam semesta adalah Wajah-Nya

Inilah ajaran puncak dari Syekh Siti Jenar. Dunia adalah manifestasi wujud yang satu, dan hakikat keberadaan bukanlah dualitas. Sehingga, kemana pun kita hadapkan diri kita, maka sesungguhnya kita senantiasa menghadap Wajah-Nya. Semua adalah penampakan Wajah-Nya.

 

Sekali lagi saya mengingatkan, artikel ini bukanlah sebuah opini yang fix sebagaimana pokok nomor 1 ajaran Syekh, pendapat itu tidak absolut. Terima kasih.

loading...